Jumat, 25 September 2009
PERSELA LIBUR LEBARAN
Agar upaya untuk menjaga stamina pemain tidak sembarangan. Mereka diberi pekerjaan rumah (PR), yakni berupa selembar kertas yang berisi hasil tes stamina yang menyebutkan kekurangan pemain yang harus ditambah sendiri saat mereka libur.
Diharapkan semua pemain jujur dalam mengerjakan PR itu. "memang kita tidak tahu. Namun, ketika mereka masuk pastikita akanmengetahui apakah pemain menjalankan PR atau tidak. kalau sudah begitu, kita pun tidak memaksanya. Karena manfaatnya ada pada dirinya sendiri dan jika kita anggap stamina mereka tidak layak tentu tidak akan kita turunkandan yang rugi mereka sendiri juga kan," jelas Widodo.
Dengan demikian, saat mereka kembali sesuai dengan waktu yang ditentukan, widodo tidak lagi menerapkan pemanasan latihan ringan dan sebagainya. Tinggal langsung genjot pada tahapan latihan berikutnya. "Ini penting dilakukan agar ritme persiapan fisik pemain untuk menghadapi liga Jatim tidak kedodoran," katanya.
Sementara untuk latihan sore nanti para pemain akan menjalani latihan ringan untuk pelemasan usai menjalani pertandingan uji coba menghadapi Persidafon Dafonsoro yang berkesudahan dengan skor 2-2, dimana gol Persela dicetak oleh Kurniawan dwi Yulianto dan satu lagi oleh Martin Zada.
Jumat, 11 September 2009
Persela Bisa....
Pemain asing tim kesebelasan Persela yang baru asal Brazil Junnho berhasil menghidupkan
permainan saat melawan tim kesebelasan Persida. Juninho mampu menunjukkan
Pemain asing tim kesebelasan Persela
yang baru asal Brazil Junnho berhasil menghidupkan permainan saat melawan tim kesebelasan
Persida. Juninho mampu menunjukkan kemampuannya baik sebagai playmaker maupun
supplayer bola kepada pemain Persela yang lainnya. Bahkan dia juga turut andil atas gol-gol
yang diperoleh Persela pada uji coba pertandingan hasil skor akhir 6-2. Pola permainan dengan
aliran bola yang menyambung dan sesuai dengan kebutuhan dari lini ke lini inilah yang sangat
diharapkan oleh pelatih Persela Mustaqim. Dia bahkan memastikan dengan pola permainan ini
diharapkan dapat mengangkat nama Persela di putaran kedua Ligina XI nanti. Dua gol
kemenangan yang diperoleh Persela tersebut tercipta melalui tendangan kaki Oscar Aravena.
Selebihnya tercipta melalui sundulan kepala Kleber Santos, Jatmiko, Eko (Jhonny) Budiarto dan
Afrizal. Sedangkan gol balasan yang diperoleh tim kesebelasan Persida tercetak melalui
tendangan kaki M Nashor dan tendangan penalti Haryanto. Meski di menit-menit awal babak
pertama tampak pertahanan Persela di barisan belakang lemah dan kurang konsentrasi, namun
di menit berikutnya pemain Persela mampu menunjukkan pola permainan yang bagus. Gol
pembuka diperoleh melalui umpan bola dari pemain Brazil kepada Oscar Aravena dan
selanjutnya melalui sontekan kaki Jatmiko. Kedudukan dengan skor 3-1 ini tidak berubah
sampai masuk waktu minum. Memasuki babak kedua, Mustaqim mencoba menurunkan pemain
lapis kedua dan menarik pemain pilarnya. Selama 30 menit berlangsungnya pertandingan,
tampak hanya satu kali bola mengarah ke benteng pertahanan Persela. Serangan demi
serangan terus dibangun hingga memperoleh tambahan tiga gol kemenangan bagi
Persela.
Selasa, 08 September 2009
Ampunan dibulan Romadhon
Jangan sampai Anda menunda-nunda taubat, lain Anda pun mati dalam keadaan maksiat sebelum sempat bertaubat, karena Anda tidak tahu apakah Anda dapat menjumpai lagi bulan Romadhon mendatang atau tidak?
Bersungguh-sungguhlah dalam mengurus keluarga, anak-anak dan siapa saja yang menjadi tanggung jawab Anda agar mereka taat kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhkan diri dari maksiat kepada-Nya. Jadilah suri tauladan yang baik bagi mereka dalam segala bidang, karena Andalah pemimpin mereka dan bertanggung jawab atas mereka di hadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Bersihkan rumah Anda dari segala bentuk kemungkaran yang menjadi penghalang untuk berdzikir dan shalat kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Sibukkan diri dan keluarga Anda dalam hal yang bermanfaat bagi Anda dan mereka. Dan ingatkan mereka agar menjauhkan diri dari hal yang membahayakan mereka dalam agama, dunia dan akhirat mereka.
Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan taufik-Nya kepada kita semua untuk amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Shalawat dan salam semoga juga dilimpahkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga dan para sahabatnya
SEBAB-SEBAB AMPUNAN DI BULAN RAIMADHAN
Dalam bulan Romadhon banyak sekali sebab-sebab turunnya ampunan. Di antara sebab-sebab itu adalah :
*
Melakukan puasa di bulan ini. Rasululloh shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa puasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Alloh, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu.” (Hadits Muttafaq ‘Alaih)
*
Melakukan shalat tarawih dan tahajiud di dalamnya. Rasululloh shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa melakukan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Alloh, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. “ (Hadits Muttafaq ‘Alaih)
Melakukan shalat dan ibadah lain di malam Lailatul Qadar. Yaitu pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ia adalah malam yang penuh berkah, yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’anul Karim. Dan pada malam itu pula dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. Rasululloh shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat di malam Lailatul Qadar kavena iman dan mengharap pahala Alloh, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu “ (Hadits Muttafaq ‘Alaih)
*
Memberi ifthar (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa. Rasululloh shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi sebab) ampunan dari dosa~osanya, dan pembebasan dirinya dari api Neraka. ” (HR: Ibnu Khuzaimah [dan ia menshahihkan hadits ini], Al-Baihaqi dan lainnya).
*
Beristighfar: Meminta ampunan serta berdo’a ketika dalam keadaan puasa, berbuka dan ketika makan sahur. Do’a orang puasa adalah mustajab (dikabulkan), baik ketika dalam keadaan puasa ataupun ketika berbuka Alloh Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar kita berdo’a dan Dia menjamin mengabulkannya. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya untukmu” (QS: Ghaafir: 60), Dan dalam sebuah hadits disebutkan: “Ada tiga macam orang yang tidak ditolak do’anya. Di antaranya disebutkan,”orang yang berpuasa hingga ia berbuka” (HR: Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasaa’i dan Ibnu Majah). (Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih mereka masing-masing, dan At-Tirmidzi mengatakannya hadits shahih hasan.)
Karena itu, hendaknya setiap muslim memperbanyak, dzikir, do’a dan istighfar di setiap waktu, terutama pada bulan Romadhon, ketika sedang berpuasa, berbuka dan ketika sahur, di saat turunnya Tuhan di akhir malam. Nabi shallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya: “Tuhan kami Yang Mahasuci dan Maha tinggi turun pada setiap malam ke langit dunia, (yaitu) ketika masih berlangsung sepertiga malam yang akhir seraya berfirman “Barangsiapa berdo’a kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuknya, barangsiapa memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya” (HR: Muslim).
*
Di antara sebab-sebab ampunan yaitu istighfar (permohonan ampun) para malaikat untuk orang-orang berpuasa, sampai mereka berbuka. Demikian seperti disebutkan dalam hadits Abu Hurairah di muka, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Jika sebab-sebab ampunan di bulan Romadhon demikian banyak, maka orang yang tidak mendapatkan ampunan di dalamnya adalah orang yang memiliki seburuk-buruk nasib. Kapan lagi ia mendapatkan ampunan jika ia tidak diampuni pada bulan ini? Kapan dikabulkannya (permohonan) orang yang ditolak pada saat Lailatul Qadar? Kapan baiknya orang yang tidak menjadi baik pada bulan Romadhon?
Dahulu, ketika datang bulan Romadhon, umat Islam senantiasa berdo’a: “Ya Alloh, bulan Romadhon telah menaungi kami dan telah hadir maka serahkanlah ia kepada kami dan serahkanlah kami kepadanya Karuniailah kami kemampuan untuk berpuasa dan shalat di dalamnya, karuniailah kami di dalamnya kesungguhan, semangat, kekuatan dan sikap rajin. Serta lindungilah kami didalamnya dari berbagai fitnah.
Mereka berdo’a kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala selama enam bulan agar bisa mendapatkan Romadhon, dan Selama enam bulan (berikutnya) mereka berdo’a agar puasanya diterima. Di antara, do’a mereka itu adalah: “Ya Alloh serahkanlah aku kepada Ramadhan, dan serahkan Ramadhan kepadaku, dan Engkau menerimanya daripadaku dengan rela.”
(Sumber Rujukan: Lathaa’iful Ma’aarif, oleh Ibnu Rajab)
Serba-Serbi Ramadhan
Sebagai umat islam bln ini adl bln yg sangat dtunggu-tunggu karena kemuliannya.
Selasa, 01 September 2009
Persebaya Masuk Liga Super
Persebaya yang menempati tempat keempat di Divisi Utama mendominasi awal babak pertama di Stadion Siliwangi, Bandung. Akan tetapi Ellie Aiboy dkk mampu bangkit dan lebih sering melancarkan serangan ke kubu tim besutan Aji Santoso.
Menit ke-32 PSMS mendapat peluang emas. Wasit Jandry menunjuk titik putih akibat handball-nya bek muda Persebaya, Bobby Satria. Leonardo Zada yang bertindak selaku algojo tampil tenang menyeploskan bola. Tim Ayam Kinantan unggul 1-0. Persebaya memiliki peluang melalui Jairon Feliciano sebelum babak pertama usai tapi bisa ditepis Ghali Sudaryono.
Di babak kedua Persebaya menaikkan intensitas serangan. Setelah memasukkan Andi Odang, Aji juga memasukkan Roger Batoum. Namun permainan disiplin PSMS mampu mengunci terjangan Persebaya. Zada bahkan nyaris menambah keunggulan yang bisa ditepis gemilang Endra Prasetya.
Empat menit sebelum pertandingan kelar, wasit Jandry kembali menunjuk titik putih. Keputusan setelah Fadli Hariri menyentuh bol dengan tangannya. Jairon tidak menyia-nyiakan peluang yang dimiliki. Skor 1-1 dan bertahan sampai waktu normal berakhir. Di babak perpanjangan waktu kedua kesebelasan sama-sama bermain hati-hati dan pemenang pertandingan mesti ditentukan melalui adu tos-tosan.
Dalam drama menegangkan ini Endra menjadi bintang dengan menepis dua eksekutor PSMS, Zada dan Octavian ‘Okto’ Maniani. Sedangkan Ghali hanya mampu membendung eksekusi Batoum.
Berikut hasil babak adu penalti:
PSMS: Zada (gagal), Mario Costas (gol), Andhika Yudhistira (gol), Affan Lubis (gol), Esteban (gol), Aun Carbiny (gol), Okto (gagal).
Persebaya: Roger Batoum (gagal), Andi Odang (gol), Anang Ma’ruf (gol), Purwanto (gol), Jairon (gol), Bobby Satria (gol), Anderson da Silva (gol).
http://bola.liputan6.com/liganasional/200906/235397/Persebaya.Tembus.Liga.Super